TOTALITAX.BLOG
Insight Pajak

Coretax is like the Mona Lita smile, its both complex and very simple at the same time

Tim Editorial Totalitax
Coretax is like the Mona Lita smile, its both complex and very simple at the same time

Lukisan diatas bukanlah lukisan Mona lisa karya Da Vinci, namun Mona Lita dengan adopsi lukisan sebenarnya. lukisan Mona Lisa diciptakan Davinci dengan sfumato technique, hingga senyumannya itu loh, bikin kita mikir, Mona Lisa beneran tersenyum atau ngga? tujuan matanya menatap kearah mana?

Penulis mengibaratkan Coretax (Core Tax Administration System) seperti lukisan Mona Lisa yang sekilas hanya tampak sebagai potret seorang wanita yang sedang duduk santai, Coretax dirancang dan dipresentasikan dengan premis kesederhanaan. Konsep dasarnya sangat elegan.

Pejuang pajak veteran pernah mengalami beberapa kali KAIZEN (penyempurnaan) sistem pajak, bahkan sebelum era modernisasi, ketika laporan pajak masih menggunakan kertas manual, setelah itu dimulai dari tahun 2002- 2005 adalah era game changing-nya sistem administrasi di DJP, lahirlah e-System atau Electronic System. Sistem elektronik untuk administrasi pajak antara lain e-Registration, e-Filling, e-SPT, dan e-Billing. lalu kemudian disempurnakan e-faktur, DJP online, betapa banyak web / aplikasi yang harus di install dn di bookmark untuk 1 paket lengkap administrasi pajak, tapi tidak di coretax, semua aplikasi masuk dalam 1 apliksi berbasis web, Integrasi Satu Pintu

Dengan Coretax kita tidak memerlukan lagi intuk mencari kuitansi fisik atau mengetik ribuan angka secara manual. tidak perlu lagi mengetik ulang data yang sudah ada di sistem pemerintahan. Semua otomatis ketika kita membuka draf SPT, dan voila! dengan Data Pre-populated data pemotongan pajak dari pemberi kerja atau pihak ketiga sudah ada di sana

dari 2 contoh ini, kita seperti melihat senyumnya Mona Lisa loh, beneran indah dan menghanyutkan sekali

Namun, coba kita tatap senyum Mona Lisa lebih lama. muncul pertanyaan apakah dia sedang tersenyum bahagia? Menyimpan rahasia? Atau justru sedang menahan napas? Hal yang sama terjadi saat menatap layar dasbor Coretax. Di balik tampilannya yang "sederhana", ada kerumitan algoritma dan birokrasi yang luar biasa.

Hehe, inget gak tahun kemarin 2025? pertama kita nyobain coretax bareng-bareng? sampai dengan sekarang saat kita lagi asik kerja terkadang sistem menolak, terkadang muncul kode eror atau peringatan validasi yang sama misteriusnya dengan ekspresi Mona Lisa. kita tahu ada yang salah, tapi butuh intuisi tingkat tinggi (dan mungkin sedikit keberuntungan) untuk menebak di mana letak kesalahannya, tapi masalah ini sebenernya gampang buat dapet solusinya, jika suatu saat dilayar anda errornya muncul coba fotoin ke no whatsappnya LITA di 0822-2100-9699, tanyain errornya kenapa dan solusinya gimana, dia bisa bantuin 24/7!.

Disatu sisi Coretax harus menerjemahkan undang-undang dan peraturan menteri keuangan yang sangat tebal, penuh pengecualian, dan berlapis-lapis ke dalam logika coding komputer (Ya/Tidak). Satu perubahan kecil pada status wajib pajak bisa mengubah seluruh kalkulasi di latar belakang.dak mungkin luput dari anomali data (glitch), rumit banget ya mirip caranya Davinci ngegambar Mona Lisa dengan teknik Sfumato.

Mitos lain dari senyum Mona Lisa adalah bagaimana matanya seolah terus mengikuti kita ke mana punkita bergerak di dalam ruangan (efek ilusi optik) hasil dari kejeniusan Davinci.

Coretax pun serupa, dia semacam menciptakan efek psikologis yang sama bagi Wajib Pajak, seolah seperti Transparansi tetapi disaatu sisi seolah mengintimidasi, Dengan sistem data yang saling terhubung, senyum ramah di dasbor Coretax seolah berkata, "Saya tahu Anda baru saja membeli mobil baru, dan saya tahu saldo rekening Anda." Kesederhanaan antarmukanya berbanding lurus dengan kemampuan pengawasannya yang mahatahu, satu-satunya cara terbaik adalah dengan menjadi Wajib pajak patuh / tidak berusaha menyembunyikan/ menghilangkan data apapun guna menghindari pajak.

jadi benerkan Coretax kaya Mona Li(s)ta?